Tuesday, October 28, 2014

selamat hari blogger nasional

kata orang kemarin, ya kemarin: 8 menit lalu, adalah hari blogger nasional. salah satu yang menjadi pertanyaan saya yakni kapankah hari wordpress nasional? tumblr?  atau twitter mungkin?
ah, sudahlah. daripada bergaring ria sedemikian rupa, saya memilih memperingatinya dengan membuat sebuah postingan di sini: sesuatu yang telah lampau tidak saya lakukan.

selamat hari blogger nasional!

sekian.

Monday, March 17, 2014

bukan curhat, bukan kisah nyata, bukan kampanye terselubung juga

emang kalo aku mau sama kamu, untungnya buat aku apa?

hmm. . apa ya? oh, kamu ga usah repot-repot nyariin guru ngaji buat anak kita nanti

emang kamu pinter ngaji gitu?

ngg. ngga juga sih. maksudnya biar aku yang cariin.

Thursday, March 13, 2014

ini juga bukan sanggul-sanggulan

beberapa hari belakangan ini sering mengalami perasaan sadar ketika bermimpi waktu tidur. terasa seperti sedang bermimpi, tapi saya sadar kalau saat itu saya memang sedang bermimpi. mau dibilang sedang mengkhayal tapi rasanya visualisasi yang tercipta ketika itu terlalu nyata untuk sebuah khayalan.

situasi ini terjadi biasanya terjadi ketika saya mulai berbaring untuk tidur. entah mungkin karena daya imajinasi saya yang meningkat, atau saya mengalami bentuk lain dari sleep disorder yang beberapa waktu lalu kerap saya alami: sleep paralysis? mudah-mudahan, sih, bukan.

Monday, March 10, 2014

saya, mah, percaya

adakah yang lebih mengerikan daripada menghabiskan jatah usia dalam kemacetan berjam-jam di jalan sebagai menu harian; berkutat dalam jebakan delapan pagi hingga lima petang; kemudian mati begitu saja tanpa catatan-catatan kegemilangan suatu pencapaian?

ada. disiksa di neraka.

tapi ditulis juga

apakah dari cinta yang diperjuangkan?
eksistensi kepada orang yang sama dalam dada, juga kepala;
ataukah balasan dari orang yang diharapkan?

geli, ah. .

Sunday, July 28, 2013

Nokturno, Sapardi Djoko Damono


kubiarkan cahaya bintang memilikimu

kubiarkan angin yang pucat

dan tak habis-habisnya gelisah

tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu

entah kapan kau bisa kutangkap...

Wednesday, June 26, 2013

(Bukan) Curhatan

"Setiap orang hidup dengan masa lalunya, karena masa lalu tidak pernah betul-betul berlalu. Setiap kali seseorang berniat melupakan sesuatu dari masa lalu itu sebetulnya ia telah mengguratkannya dalam hati. Seseorang bisa saja melupakan sesuatu namun sesuatu itu tidak pernah akan hilang bahkan tersimpan dalam peti-peti tertutup di relung kenangan yang tidak terpetakan. Dalam perjalanan hidup seseorang bisa saja bertemu kembali dengan peti-peti itu, tanpa sengaja membukanya, atau dengan sadar tidak akan pernah membukanya sama sekali. Namun isi peti itu tidak akan pernah hilang. Bahkan dengan suatu cara ia kemudian seperti udara yang merembes keluar dari celah-celah peti, menempel dan melebur dalam darah yang menghidupkan kembali syaraf-syaraf perekam kenangan di otak, yang tanpa sadar mengingatnya meski tak tahu darimana datangnya"
- Seno Gumira Ajidarma, dalam roman Biola Tak Berdawai.

"Harapan sih bisa 0%, tapi perasaan tetep 100%," begitu curhatan teman saya lewat yahoo messenger pada suatu ketika.