Saturday, March 7, 2015

mantra

kepada dia
--
yang bermula pada kata
mencari celah lewat mata
demi menyusup rongga dada
hingga menjelma serupa doa
--
 :
bilakah kita?

salah gaul dari bayi

definisikan "perjuangan"

selalu ada,
orang cakep kalah sama orang yang selalu ada
orang baik kalah sama orang yang selalu ada
terus aja, rip.
lama-lama dia juga...

juga apa?

lama-lama dia juga muak

ah, brobot

Thursday, January 22, 2015

dan lalu...

jangan katakan bahwa kenangan dan masa lalu akan menguap seiring waktu. sebab jika begitu, mereka kemudian membentuk awan, yang kelak turun kembali bersama hujan.

jelajahi waktu, ke tempat berteduh hati kala biru

Tuesday, October 28, 2014

selamat hari blogger nasional

kata orang kemarin, ya kemarin: 8 menit lalu, adalah hari blogger nasional. salah satu yang menjadi pertanyaan saya yakni kapankah hari wordpress nasional? tumblr?  atau twitter mungkin?
ah, sudahlah. daripada bergaring ria sedemikian rupa, saya memilih memperingatinya dengan membuat sebuah postingan di sini: sesuatu yang telah lampau tidak saya lakukan.

selamat hari blogger nasional!

sekian.

Monday, March 17, 2014

bukan curhat, bukan kisah nyata, bukan kampanye terselubung juga

emang kalo aku mau sama kamu, untungnya buat aku apa?

hmm. . apa ya? oh, kamu ga usah repot-repot nyariin guru ngaji buat anak kita nanti

emang kamu pinter ngaji gitu?

ngg. ngga juga sih. maksudnya biar aku yang cariin.

Thursday, March 13, 2014

ini juga bukan sanggul-sanggulan

beberapa hari belakangan ini sering mengalami perasaan sadar ketika bermimpi waktu tidur. terasa seperti sedang bermimpi, tapi saya sadar kalau saat itu saya memang sedang bermimpi. mau dibilang sedang mengkhayal tapi rasanya visualisasi yang tercipta ketika itu terlalu nyata untuk sebuah khayalan.

situasi ini terjadi biasanya terjadi ketika saya mulai berbaring untuk tidur. entah mungkin karena daya imajinasi saya yang meningkat, atau saya mengalami bentuk lain dari sleep disorder yang beberapa waktu lalu kerap saya alami: sleep paralysis? mudah-mudahan, sih, bukan.

Monday, March 10, 2014

saya, mah, percaya

adakah yang lebih mengerikan daripada menghabiskan jatah usia dalam kemacetan berjam-jam di jalan sebagai menu harian; berkutat dalam jebakan delapan pagi hingga lima petang; kemudian mati begitu saja tanpa catatan-catatan kegemilangan suatu pencapaian?

ada. disiksa di neraka.