Thursday, November 11, 2010

CPS (Copy-Paste-Share)

Ceritanya saya lagi browsing cari materi tentang silaturahmi buat bahan diskusi sama anak-anak SMA Jumat besok. Eh, malah sampai ke halaman ini. Lumayan buat di-share. Hitung-hitung mulai posting blog lagi. Tafadhol disimak :D

***

Persahabatan

Dalam bukunya Pak Hamka menulis: "Pilihlah seorang yang takutkan Allah untuk menjadi sahabatmu. Dan kata kata hikmatnya tentang persahabatan:

1. Persahabatan adalah satu satunya pintu kebebasan kita. Banyak perkara yang tak dapat kita nyatakan kepada isteri sekali pun, tetapi dapat dinyatakan kepada sahabat.Persahabatan yang jujur adalah salah satu tangga kenaikan.

2. Supaya beroleh sahabat, hendaklah diri sendiri layak buat disahabati orang.

3. Sahabatmu suka padamu, tetapi tidaklah tiap-tiap orang yang suka kepadamu itu adalah sahabatmu.

4. Kesenangan hidupmu adalah memperbanyak teman, tetapi bukti persahabatan yang setia ialah di waktu kesukaran.

5. Yang semulia-mulia kewajipan bersahabat ialah mengetahui kehendak dan kemahuan sahabatmu sebelum dikatakan. Dan perkenankan permintaannya sebelum dimintanya.

6. Kalau mempunyai banyak sahabat, janganlah jadi sahabat untuk seorang sahaja.

7. Kalau sahabatmu tertawa, hendaklah dikatakan apa sebab dia senang, kalau sahabatmu menangis, engkau mesti periksa apa sebab dia susah.

8. Jika engkau memberi sesuatu pada sahabatmu, bererti memberikan kepada dirimu sendiri.

9. Pengubat jerih manusia adalah dua: pertama: Iman kepada Allah, kedua: Percaya kepada sahabat.

10. Bila orang telah merasa dirinya besar, dia lupa akan salahnya, hanya sahabat yang setia yang sanggup membuka matanya.

11. Kalau sahabatmu telah banyak menyelidiki keadaan engkau, bukanlah buat diampuninya.

12. Teman yang 'berudang disebalik batu' adalah seumpama anjing ditepi jalan, yang ditujunya hanya tulang yang akan dilemparkan kepadanya, bukan tangan yang melemparkan tulang itu.

13. Cemburu perempuan kepada perempuan, memutuskan tali persahabatan.

14. Bila seorang perempuan telah sudi menghulurkan tangan persahabatan, alamat umurmu telah lepas dari zaman bercinta. "Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah engkau beri petunjuk kepada kami." (Ali Imran : 250)


***

Tadinya mau saya sesuaikan dengan EYD, tapi buat saya bahasa melayu lebih cantik daripada EYD.

Friday, October 8, 2010

3Q

Akhirnya bisa juga buat video. Masih jauh dari bagus, sih. Tapi pengalaman dan ilmunya tidak tergantikan, lah. Apalagi perasaan bangga ditonton banyak orang dan diberi tepuk tangan pula.

Tuesday, October 5, 2010

No Comment, Please!

Saya sering merasa risih dengan orang-orang yang hobinya protes. Kalau ada sesuatu yang tidak sejalan dengan pikirannya langsung berkomentar. Ada kesalahan sedikit langsung mencaci. Saya jadi menduga-duga apa jangan-jangan orang-orang sepeti itu adalah orang yang selalu benar? Meskipun orang-orang seperti itu jika dituduh "selalu benar" mungkin --saya belum pernah menanyakan langsung-- menyanggahnya.

Saya suka membaca tulisan-tulisan dan pendapat orang-orang yang kritis. Saya pun selalu berusaha menjadi orang yang skeptis. Tapi apa gunanya menjadi kritis kalau ujung-ujungnya digunakan untuk menjatuhkan orang lain? Saya pikir bukan itu tujuan dari sikap kritis.

Sayangnya, saat ini saya semakin sering menemukan orang-orang seperti ini. Orang-orang (dalam pandangan saya) yang merasa akan semakin pintar jika makin banyak berkomentar, bukan belajar. Padahal buat saya berkomentar itu menuntut untuk belajar. Dengan belajar kita semakin pintar, nah, barulah berkomentar. Tapi saat ini makin banyak orang yang lebih suka menunjukkan dirinya lebih tahu, padahal dia sendiri belum tahu apa yang dia ketahui itu benar-benar pengetahuan yang benar. Yang diketahuinya langsung diterima begitu saja, tanpa memastikan kebenarannya, dan parahnya lagi langsung menyebarkannya kepada orang-orang (dan ini lebih parah lagi) yang juga percaya begitu saja.

Pascayudisium

Surat Akhir Tahun
*Ayat Rohaedi

Apa yang akan kaulakukan
menjelang berakhirnya suatu masa ini?
Merencanakan masa depan
tanpa peduli pada apa yang kaukerjakan
di hari-hari yang berlalu?
Atau justru sebaliknya:
mengenangnya dengan mesra
karena sadar semuanya itu
tak akan kembali tiba?

Apa yang akan kaulakukan
menjelang berakhirnya suatu masa ini?
Merencanakan masa depan
yang mudah-mudahan baikan
dari apa yang kualami selama ini?
Ataukah justru sebaliknya:
mengenangnya dengan mesra
karena menyelinap keyakinan
bahwa apa yang telah lalu
senantiasa baikan
dari apa yang masih bayangan?

Apakah yang akan kita lakukan
menjelang berakhirnya suatu masa ini?
Mempersibuk diri, ataukah
tidak berbuat apa pun,
cuma menerima apa yang akan tiba
entah bagaimana pun adanya?

Apakah yang akan kita lakukan
menjelang berakhirnya suatu masa ini?
Ya, apa yang akan kita lakukan

1974

Tuesday, September 14, 2010

Degradasi

Ah, baru aja mau posting tulisan baru. Eh, pas diliat lagi: kok cupu banget ya? Jadi malu mau postingnya. Tapi kalo dipikir-pikir kayanya makin lama, kok, makin nggak bagus, tulisan saya--saya nggak bilang tulisan saya pernah bagus, kan?--.

Eh, degradasi, atau regresi? Ah, emang makin payah, nih.

Thursday, August 26, 2010

Tarawih Kilat

pukul tujuh lewat empat
menuju masjid terdekat
bergegaslah untuk berangkat,
tiba tepat pada iqomat
diawali wajib empat,
kemudian dua puluh roka'at
ketika tujuh seperempat,
dua menit tiap tahiyat
disusul dengan sholawat
bangkit lagi dengan keringat,
tiap gerakan begitu cepat
diam sejenak pun tak sempat,
agar sampai pada tabbat
di pukul delapan tepat

***

ternyata bukan hanya pesantren saja yang bisa kilat.
padahal tarawih berarti istirahat         fiqh tarawih

Sleep Paralysis

Pernahkah Anda merasa kaku ketika baru terbangun dari tidur? Anda sadar, tapi seluruh badan rasanya sangat sulit digerakkan. Nafas terasa sesak, seakan-akan tertindih sesuatu.

Peristiwa tersebut merupakan gejala dari sleep paralysis atau tidur lumpuh. Kelumpuhan itu adalah suatu kondisi seseorang yang sedang berbaring terlentang saat baru saja tertidur atau baru akan terbangun, tapi menemukan dirinya tidak bisa bergerak atau berbicara. Sleep paralysis berlangsung dalam hitungan detik atau paling lama sekitar satu menit. Namun, bagi orang yang mengalaminya akan terasa lama karena timbulnya kepanikan.

Kejadian tersebut biasanya juga disertai dengan perasaan hal yang menakutkan, seperti bayangan hitam yang berada di atas atau hantu yang menindih badan, sehingga sering dikaitkan dengan hal mistis. Dalam keseharian, peristiwa tersebut sering disebut tindihan atau irep-irep. Bahkan, di kalangan medis Barat, peristiswa ini pernah dinamakan The Old Hag Syndrome, yang maknanya dalam kejadian ini seakan-akan ada penyihir (old hag) yang menduduki dada orang yang mengalaminya. Hampir setiap orang pernah mengalami sleep paralysis. Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, laki-laki atau perempuan. Orang biasanya pertama kali mengalami kejadian ini ketika usia 14—17 tahun.

Berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam empat tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap rapid eye movement (REM). Ketiga tahapan awal disebut juga tahapan non-REM. Ketika kita tidur, 80 menit pertama, kita memasuki kondisi non-REM, lalu diikuti 10 menit REM, yakni saat terjadinya mimpi. Selama non-REM, tubuh kita menghasilkan beberapa gerakan minor dan mata kita bergerak-gerak kecil. Ketika masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (rapid eye movement). Dalam kondisi inilah, mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.

Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi karena adanya malafungsi tidur di tahap REM. Selain itu, menurut dr. Max Hirshkowitz, Direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center, Houston, Amerika Serikat, sleep paralysis muncul ketika otak mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming sleep) dan kondisi sadar. Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak atau lumpuh sementara yang disebut dengan REM Atonia. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM) atau sebaliknya. Ketika terjadi lompatan ketika akan tidur tersebut, seseorang masih setengah sadar saat otak sudah mematikan fungsi gerak dan mulai terjadi mimpi. Atau, kadang otak kita tidak mengakhiri mimpi atau kelumpuhan kita dengan sempurna ketika terbangun, sehingga tubuh masih terasa kaku ketika sudah tersadar.

Florence Cardinal, seorang peneliti masalah sleep disorder asal Kanada, mengatakan kalau halusinasi biasanya memang menyertai sleep paralysis. Kadang, ada perasaan kalau ada orang lain di dalam ruangan atau bahkan kita bisa merasakan adanya makhluk yang sedang melayang di atas kita. Halusinasi yang menyertai kelumpuhan tidur ini bisa dalam berbagai bentuk, seperti eksosomatik (gelombang, getaran, dan ada gemetar), akustik (dering bernada tinggi atau suara yang keras), visual (cahaya atau persepsi ekstrim terhadap suatu objek), somatosensori (perasaan tubuh menjadi bengkok, diputar, ditekan, atau sensasi seperti terbang dan mengambang), dan fisik (tiba-tiba merasa sakit di bagian tubuh).

Sleep paralysis umumnya terjadi pada orang dengan posisi tidur telentang. Waktu tidur, rasa lelah, dan jadwal normal tidur juga berpengaruh. Seseorang yang mengalami kelelahan berlebihan, waktu tidurnya berkurang, atau jadwal normal tidurnya terganggu punya kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami sleep paralysis. Selain itu, orang yang biasa mengkonsumsi obat penenang akan menjadi lebih sering mengalami kejadian tersebut.

Pada dasarnya, tidak perlu panik ketika mengalami sleep paralysis karena hanya berlangsung sesaat. Namun, gejala tersebut tidak dapat dianggap remeh karena bisa jadi merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Salah satu cara untuk menghindari sleep paralysis adalah dengan mengubah posisi tidur. Jika gejala tersebut sering dialami, ada baiknya untuk membuat catatan pola tidur selama beberapa minggu. Dengan demikian, dapat diketahui penyebab utama sleep paralysis yang dialami. Jika karena terlalu lelah, dianjurkan untuk memperbanyak istirahat. Di samping itu juga disarankan untuk tidur yang cukup dan teratur, mengurangi stres, dan olahraga yang teratur. Selain itu, kondisi ruangan tidur juga patut diperhatikan, apakah pertukaran udara ruangan dengan luar ruangan telah baik karena ruangan yang sesak juga tidak baik untuk pernapasan ketika tidur.

Diolah dari: kompas.com, senior